Jepang: Era Perubahan Dari Timur dan Peranan Serikat Pekerja
Partai Demokrat Liberal (LDP) setelah hampir lima puluh tahun berkuasa di Jepang akhirnya ditaklukan oleh lawan politiknya Partai Demokrat Jepang (DPJ) pada pemilu yang diadakan minggu kemarin (30 Agustus 2009). Kemenangan yang didapatkan oleh DPJ adalah cukup telak dengan perolehan 308 kursi dari 480 kursi di Majelis Rendah (Lower House).
DPJ adalah partai oposisi terbesar, dengan persiapan yang matang dan juga ditambah dengan situasi rakyat Jepang yang sudah “frustasi” dengan kondisi kemunduran perekonomian dan tingginya angka penggangguran dibawah kepemimpinan partai berkuasa LDP. Banyak pernyataan muncul bahwa era perubahan yang pro-rakyat akan terjadi di Jepang. Dengan slogan perubahan Pemimpin Oposisi DPJ Yukio Hatoyama mengatakan sekaranglah saatnya bagi Jepang untuk berubah. ”Telah tiba hari untuk mengubah sejarah Jepang. Mari melangkah menuju era baru dengan semangat,” katanya. (Kompas, 19/08/2009). Read more…
Buku panduan untuk serikat pekerja: bebas untuk diunduh
Saya barusan selesai “membersihkan” file-file dalam hard-disk laptop saya dan memindahkannya (dibaca: disimpan) ke dalam external hard-disk, ternyata banyak tulisan dalam bentuk buku panduan yang pernah saya tulis. Tulisan tersebut sering saya edarkan dalam kalangan terbatas dan menjadi buku panduan pelatihan/pendidikan serikat pekerja ketika saya masih sebagai Koordinator PSI di Indonesia. Dan juga sebenarnya pernah saya publikasi di website proyek yang pernah saya tanganin tetapi sepertinya website tersebut tidak bisa dibuka karena masa sewa server telah berakhir karena saya “lupa” memperbaruhinya.
Sungguh anda beruntung hehehe, karena saya sedang “bersih-bersih” file maka saya punya kesempatan melakukan revisi tulisan tersebut dan posting diblog ini. Buku atau file dalam bentuk referensi tulisan adalah “harta” yang saya miliki, dan saya senang menyimpannya, karena suatu saat ketika saya butuhkan dapat membantu saya sebagai bahan bantuan untuk menulis. Buku saya banyak, sayang saya belum punya rumah permanen sendiri jadi berserakkan dibeberapa tempat dan kebanyakan dirumah orang tua, itupun tidak dalam lemari tetapi masih didalam kardus. Saya suka hal yang berbau elektronik tetapi saya masih tetap percaya memiliki buku cetak, berharap suatu saat (semoga dalam waktu dekat ini) akan memiliki tempat tinggal tetap sehingga memungkinkan memiliki perpustakaan pribadi. Membayangkan saja sepertinya sudah hebat sekali apalagi nanti kalau benar-benar memilikinya. Pasti, saya akan undang kalian untuk datang dan ikut menikmati kekayaan intelektual ini.
Tidak berpanjang lebar, silahkan dengan bebas menggunakan atau menggunduh buku panduan yang telah saya siapkan. Tetapi jangan lupa untuk menyantumkan sumber ketika akan menggunakan buku tersebut.
- Tentang Serikat Pekerja: buku ini akan membantu anda untuk memahami dan mengenal lebih dalam tentang serikat pekerja
- Hak-Hak Fundamental Pekerja: buku mengulas tentang konvensi inti dari ILO
- Administrasi dan Keuangan Serikat Pekerja: buku ini akan membantu kalian untuk mengetahui administrasi dan keuangan serikat pekerja
- Collective Bargaining: ada dua buku yang saya siapkan tentang perjanjian kerja bersama ini – Perjanjian Kerja Bersama dan Modul PKB
Kalau referensi dibawah ini adalah panduan khusus yang dipersiapkan untuk pelatihan kesetaraan jender dan pekerja perempuan. Dalam buku tersebut ada bahasan khusus tentang pekerja disektor transportasi, karena ketika itu saya diundang menjadi narasumber oleh International Transport Federation (ITF) ketika membuat pelatihan bagi para anggotanya di Indonesia (tahun 2005, 2006 dan 2008).
Mengapa Pendidikan Serikat Pekerja Adalah Penting
Pendidikan serikat pekerja tidak seperti ”kembali ke sekolah”, pendidikan serikat pekerja adalah berdasarkan pada pengembangan ide-ide dan pengalaman-pengalaman melalui kerja secara bersama yang dilakukan dalam kelompok kecil atau dalam group. Pendidikan serikat pekerja adalah akan membantu pekerja dalam membekali mereka dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dapat dipergunakan oleh mereka dalam menghadapi permasalahan-permasalahan ditempat kerja.
Jadi pendidikan serikat pekerja bukan hanya sekedar aktifitas belaka, tetapi suatu sarana yang akan membantu para anggota dan pengurus serikat pekerja tersebut.
The folks who brought you dignity at workplace
Akhirlah tulisan untuk judul diatas selesai juga. Judulnya pakai bahasa Inggeris tapi tetap isi tulisan dengan bahasa Indonesia. Karena cukup panjang, tulisan kali ini diakses harus diunduh dengan format PDF.
Tulisan ini secara garis besar mengatakan bahwa kita harus bangga menjadi bagian dari pergerakkan serikat pekerja, karena serikat pekerjalah yang telah memberikan martabat pekerja ditempat kerja. Dan juga bagaimana seharusnya organisasi serikat pekerja itu, baik sebagai kekuatan organisasi dan kekuatan pergerakkan. Kita menyadari bahwa pekerja adalah kekuatan yang dasyat, tetapi pikiran berhenti disitu saja (organisasi). Tidak dibangun atau dikembangkan menjadi kekuatan sosial, ekonomi dan politik yang kuat (pergerakkan). Makanya banyak serikat pekerja/buruh di Indonesia pecah dan terbelah. Identitas sektoral/industrial yang mulai hilang dan berganti menjadi serikat pekerja umum. Kekuatan national centre (dibaca Konfederasi) juga tidak (belum) menjadi kekuatan pilar pergerakan yang berpengaruh: kekuatan bargaining (bargaining power) dan kekuatan perwakilan (representation power).
Sistem organisasi yang kuat, perlu dibangun dan ditata. Karena gerakkan serikat pekerja adalah panjang dan berkelanjutan. Selamat membaca dan memberikan komentar. Klik disini
Apa yang pernah serikat pekerja lakukan untuk kita?
Beberapa waktu yang lampau saya mendapatkan link video ini, tetapi baru sekarang sempat memasang di blog ini. Video yang “lucu” dan tentunya sangat menarik untuk ditonton sebagai pembelajaran bagi kita.
What Have The Unions Ever Done For Us? Video kampanye masih dalam bahasa Inggeris (karena belum ada yang membajak, sehingga tidak di sub-title bahasa Indonesia) dengan aksen Australia (tetapi cukup jelas dimengerti).
Tragis memang tetapi nyata, sering serikat pekerja disalah mengerti ketika hal baik mereka perjuangkan ditempat kerja diterjemahkan sebagai pemberian pengusaha. Dan ketika hal-hal buruk terjadi yang sebenarnya dilakukan oleh pihak lain kesalahan ditimpakan ke serikat pekerja.
Tell your union struggles story! Itu adalah keharusan. Naik gaji, tunjangan, pensiun, cuti denagn dibayar, perlindungan maternitas, libur akhir pekan, dan sebagainya adalah kerja serikat pekerja bukan pemberian! Sebarkan berita ini kepada pekerja dan anggota.
Jobber du naken?
Saya barusan dari Norwegia untuk menjadi pembicara tamu dalam kegiatan konferensi musim panas bagi orang muda anggota dari Fagforbundet (Fagforbundet Youth Summer Conference) tanggal 19-21 Juni di Stavern. Stavern adalah kota yang indah dengan pemandangan lautnya. Sungguh, tempat yang indah untuk menghabiskan musim panas dan tempat yang menarik untuk penyelenggaraan konferensi.
Fagforbundet adalah organisasi serikat pekerja terbesar anggota dari LO (The Norwegian Confederation of Trade Unions), dengan jumlah anggota sebesar 300.000 orang. Anggota mereka bekerja baik di pemerintah kotamadya atau di sektor swasta dan juga yang bekerja di rumah sakit. Mereka juga menerima siswa/mahasiswa yang sedang magang kerja. Kelompok anggota muda mereka cukup banyak, tetapi saya lupa menanyakan berapa besar jumlahnya. Untuk kelompok orang muda mereka terdaftar dalam Fagforbundet Ungdom. Ungdom artinya orang muda atau pekerja muda. Kegiatan mereka cukup aktif, baik kegiatan peningkatan kesadaran (awareness training) ataupun kegiatan perekrutan anggota baru. Salah satu kegiatan yang menarik adalah kegiatan konferensi musim panas ini. Kegiatan ini telah diselenggarakan selama empat tahun berturut-turut, dan tahun ini adalah penyelenggaraan ke-empat. Kegiatan dikemas dalam program yang menarik, atraktif dan interaktif, baik diselenggarakan dalam ruangan atau luar ruangan sambil menikmati hawa hangat matahari (Terus terang, belum pernah saya semenikmati matahari seperti waktu di Stavern ini. Negara kita kaya dengan curahan sinar matahari, tapi panasnya minta ampun. Tetapi tetap beruntung karena kita bisa menikmati gelap dan bulan. Matahari selama musim panas di negara itu terbit lebih lama, sampai sampai kita tidak tahu apa perlu tidur malam atau tidak karena langitnya masih terang walaupun sudah tengah malam). Read more…
UnionBook: situs jaringan sosial baru untuk aktifis buruh
Untuk kalian yang sudah sangat familiar dengan beberapa situs jaringan sosial seperti MySpace, Bebo, Facebook, Friendster atau lainnya. Cobalah bergabung dengan UnionBook. UnionBook adalah situs bebas jaringan sosial yang didedikasikan bagi aktifis buruh dan untuk aktifis buruh. Union Book diluncurkan awal tahun ini dan disponsori oleh Labourstart.
Eric Lee, pendiri dan editor labourstart, mengatakan bahwa UnionBook tidak seperti situs bebas jaringan sosial lainnya. UnionBook dirancang khusus untuk melayani kepentingan pergerakkan serikat pekerja. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa, UnionBook bebas dari segala bentuk iklan, menghormati hak pribadi para pengguna anggotanya. Read more…
STOP Violence at Work!
Awal mula, mengapa tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Internasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
Setiap tanggal 25 November, dunia memperingati Hari Internasional Anti-kekerasan Terhadap Perempuan (International Day for the Elimination of Violence against Women). Peringatan ini adalah bentuk penghargaan atas peristiwa tragis yang dialami oleh tiga perempuan bersaudara: Minerva, Maria Teresa dan Patricia Mirabel. Peristiwanya bermula saat 25 November 1960 ketiganya pulang seusai menjenguk suami mereka yang dipenjara rezim militer Jenderal Rafael Leonidas Trujillo yang saat itu menjadi penguasa tiran di Republik Dominika.
Jenderal Trujillo memerintahkan polisi rahasia untuk menculik tiga perempuan bersaudara tersebut. Sebelum akhirnya dibunuh; Minerva, Maria Teresa, dan Patricia Mirabel disiksa dan diperkosa secara bergiliran. Mirabel bersaudara memang bukan dari kalangan perempuan biasa. Mereka adalah para aktivis perlawanan bawah tanah terhadap rezim kediktatoran kekuasaan militer Jenderal Trujillo. Ayah ketiga perempuan ini pun, Don Enrique Mirabal, berulang kali harus merasakan kekuasaan tiran El Jefe (Tuan Besar), sebutan untuk sang diktator, hanya untuk persoalan sepele. Suami ketiga perempuan bersaudara itu juga dikenal sebagai aktivis bawah tanah dari Popular Socialist Party, organisasi perlawanan yang didirikan oleh Pericles Franco Omes di tahun 1940. Bersama-sama dengan suami mereka, ketiga perempuan ini menggalang pengorganisasian di tengah kelas pekerja Dominika dan melalui gereja-gereja. Read more…
Aktifitis serikat buruh dan pemilu 2009: kesempatan atau jebakan
Barusan saya mendapatkan kumpulan artikel dari surat kabar berita tentang “buruh dan pemilu 2009″. Apa yang menarik? Dengan “ambisius” mereka mengatakan bahwa ketika (jika) banyak aktifis buruh masuk parlemen “kita akan perbaiki UU Perburuhan dan Cabut SKB Empat Menteri!”[1]
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan partai-partai yang akan ikut serta pada pemilu 2009 beserta nomor urut kepersertaannya. Sebanyak empat puluh empat (44)[2] partai berhasil lolos dalam kualifikasi KPU dan berhak menjadi peserta Pemilu 2009 mendatang. Sebagian besar adalah partai baru. Selain partai nasional tadi, ditetapkan pula 6 partai lokal khusus NAD[3] yang turut bertarung dalam pemilu ini.
Apakah benar mereka akan berhasil menyuarakan kepentingan dan hak buruh ketika masuk parlemen? Apakah tidak bertentangan dengan kebijakan partai? Hanya satu partai yang menggunakan nama buruh, yaitu Partai Buruh (dulu bernama Partai Buruh Sosial Demokrat).
Pertanyaannya adalah: Apakah partai tersebut dan juga aktifis buruh bisa diperhitungkan (untuk dipilih) dan memiliki suara yang signifikat dalam pemilu ini? Dan apakah mereka mampu menyuarakan kepentingan buruh seperti yang divisikan?
Apakah benar masuk parlemen hanyalah salah satu jalan untuk menyuarakan kepentingan dan hak buruh? Surya Tjandra, Direktur Trade Union Rights Center (TURC)[4], pada masa setelah kemerdekaan para buruh menikmati perlindungan hukum yang lebih baik dibandingkan sekarang, contohnya penetapan jam kerja 40 jam/seminggu melalui UU No. 12 tahun 1948 (dimana masih banyak Negara memberlakukan jam kerja antara 44-48 jam/seminggu), penetapan UU No. 21 Tahun 1954 tentang Perjanjian Kerja Bersama, tahun 1956 pmerintah meratifikasi ILO Konvensi No. 98/1949 tentang Hak untuk Berorganisasi dan Hak untuk Perjanjian Kerja Bersama, dan banyak lagi. Read more…
Ketika hak dilanggar, martabat organisasi diinjak, tidak ada kata lain selain LAWAN
Banyak manajemen tidak siap dengan adanya serikat pekerja ditempat kerja, mereka pikir serikat pekerja adalah sekedar organisasi “kumpulan” pekerja yang ada diperusahaan tersebut. Mereka tidak menyadari bahwa, serikat pekerja adalah gerakan (movement), yang dalam sejarah pergerakkannya tumbuh bersama sejarah tumbuhnya industri itu sendiri. Mungkin pergerakkan serikat pekerja di Indonesia bisa dikatakan masih “muda” khususnya disektor layanan umum. Tumbuhnya beberapa serikat pekerja di BUMN menjadi kuat tidak dipahami dengan mudah oleh manajemen (dan pemerintah). Slogan hubungan industrial yang harmonis diterjemahkan oleh manajemen tetap sebagai kedudukan atasan dan bawahan. Disatu sisi kemerdekaan berserikat dan perlindungan hak berserikat menumbuhkan kepercayaan diri para pekerja melalui serikat pekerjanya menuntut perlakuan yang setara dan penghormatan atas hak-hak mereka yang dilindungi undang-undang dan peraturan nasional. Manajemen tidak siap dengan perubahan ini. Banyak aksi yang dilakukan oleh serikat pekerja BUMN karena sikap manajemen yang banyak melanggar hak-hak pekerja seperti yang telah mereka sepakati dan tanda tangani bersama dalam perjanjian kerja bersama. Sikap anti serikat pekerja yang ditunjukan oleh Sekretaris Meneg BUMN, Said Didu “Kementerian BUMN akan segera mengaudit perjanjian kerja bersama (PKB) antara perusahaan – perusahaan BUMN dan karyawannya. Langkah ini diambil agar seluruh PKB tidak lagi berkecenderungan memihak karyawan secara berlebihan”[1]. Read more…