Kekerasan ditempat kerja sektor kesehatan dan quality of work life

Sedikit berbagi informasi tentang kekerasan di tempat kerja di sektor kesehatan. Mungkin tidak banyak dibahas atau diulas di Indonesia atau bahkan cenderung disembunyikan karena alasan etika atau kebiasaan yang sering terjadi sehingga dianggap lumrah atau bahkan tidak diketahui bahwa telah terjadi kekerasan.

Terjadinya kekerasan di tempat kerja disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi faktor individu menjadi peranan utama. Sebagai contoh, sebagaian besar pekerja kesehatan adalah perempuan, pasien dengan gangguan mental atau pengguna obat/alkohol, yang memungkinkan terjadinya resiko tinggi kekerasan terhadap pekerja kesehatan. Faktor organisasi (tempat dimana si-pekerja kesehatan tersebut bekerja) juga memberikan peranan terjadinya kekerasan di tempat kerja, contohnya faktor lingkungan kerja yang tidak aman (tidak ada/kurang petugas keamanan), pencahayaan yang kurang, kurangnya staff dalam memberikan pelayanan sehingga mengakibatkan para pasien menunggu lama, pekerja kesehatan bekerja sendiri ketika memberikan pelayanan (memeriksa pasien atau melakukan tindakan medis).

Tekanan di tempat kerja dari atasan atau penyelia atau dari rekan kerja sendiri juga akan meningkatkan agresivitas pekerja kesehatan (berupa tidak mendukung, mencemoohkan, menghina didepan pasien, menggunakan kata-kata kasar atau sindiran untuk menegakkan disiplin, lembur, tidak terjalin kerjasama yang baik ditempat kerja dan sebagainya). Dilihat dari faktor diatas dapat disimpulkan bahwa terjadinya kekerasan karena adanya suatu kondisi ketidakpuasan atas layanan yang mengakibatkan terjadinya kekerasan: antara pekerja kesehatan-pasien/keluarganya, antara sesama pekerja kesehatan, dan antara pekerja kesehatan dengan atasan/penyelia/managernya ataupun sebaliknya. Karateristik kekerasan di sektor kesehatan adalah dalam bentuk kekerasan fisik dan verbal, dan kondisi sering dialami oleh para perawat.

Macam kekerasan bisa berupa tindakan kekerasan fisik atau kekerasan psikologi.

  • Definisi kekerasan Fisik (WHO): tindakan fisik yang dilakukan terhadap orang lain atau kelompok yang mengakibatkan luka fisik, seksual dan psikogi. Tindakan itu antara lain berupa memukul, menendang, menampar, menikam, menembak, mendorong (paksa), menjepit.
  • Definisi kekerasan psikologi (WHO)penggunaan kekuasaan secara sengaja termasuk memaksa secara fisik terhadap orang lain atau kelompok yang mengakibatkan luka fisik, mental, spiritual, moral dan pertumbuhan sosial. Tindakan kekerasan ini antara lain berupa kekerasan verbal, memarahi/penghinaan, pelecehan dan ancaman.

Perlindungan terhadap kekerasan ditempat kerja juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Bentuk kekerasan yang tidak terlihat adalah adanya sakit/cacat yang ditimbulkan akibat kerja dan terjadinya pembiaran, contohnya infeksi nosokomial. Promosi perlindungan atas kekerasan ditempat kerja hendaknya menjadi agenda bersama, promosi tidak hanya sekedar membuat tempat kerja aman dari bentuk kekerasan tetapi juga melalui perbaikan taraf hidup pekerja kesehatan itu sendiri sehingga setara dengan layanan yang mereka berikan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pekerja kesehatan adalah komponen yang penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas (diperkira jumlah mereka diseluruh dunia adalah sekitar 35 juta, tahun 1998), pengakuan tersebut ditegaskan karena peranan mereka yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan yang tidak hanya berhubungan dengan pencegahan penyakit tetapi juga berhubungan dengan upaya-upaya peningkatan dan perbaikan kesehatan fisik dan mental masyarakat. PERLU DIINGAT BAHWA Pelayanan yang berkualitas tersebut hanya bisa diberikan oleh pekerja kesehatan yang berkualitas pula, yang artinya bahwa mereka adalah pekerja kesehatan yang terlatih dan memenuhi standar-standar profesionalisme yang telah ditetapkan dan juga memiliki dan mendapatkan kondisi-kondisi dan syarat-syarat kerja yang berkualitas.

Perbaikan quality of work life bisa menjadi kunci untuk mengurangi atau mencegah kekerasan ditempat kerja, definisi tersebut merefleksi perlakuan pada para pekerja kesehatan sebagai stakeholder perusahaan daripada sebagai beban biaya yang harus dikontrol. Definisi tersebut adalah juga suatu siklus pencapaian high quality workplaces, a good quality of working life for individual workers and his/her family, dan tentunya pada pencapaian high-quality organizational performance.

Peningkatan skill melalui training secara teratur dan terus menerus menjadi tuntutan perbaikan layanan kepada pasien dan keluarganya dan mencegah terjadi complaint mereka atas perlakuan dan services yang diterima. Ingat bahwa! pertumbuhan pelayanan kesehatan menunjukan peningkatan yang signifikan, dan sebagai dampak dari pertumbuhan itu bertumbuhlah pula “industri-industri kesehatan” nasional ataupun global (global health care). Karena pertumbuhan itu selain terjadi perubahan struktural sistem kesehatan terjadi pula perubahan pada tempat kerja dan tuntutan kualitas pelayanan (skill dan pengetahuan) yaitu melalui peningkatan teknologi diagnostik yang berpengaruh pada tuntutan ketrampilan baru dan spesialisasi. Pekerja kesehatan adalah human resource, yang berarti bahwa mereka adalah manusia yang terdidik, memiliki ketrampilan yang berdasarkan pada standar-standar profesionalisme dan yang paling mendasar adalah mereka memiliki kebutuhan hidup.

Menyadari nilai yang saling dimiliki antara kepentingan profit dan penghormatan akan martabat para pekerja kesehatan tentunya bisa dicapai quality of work life and improve of services (service excellent) dan tentunya kekerasan ditempat kerja bisa dicegah, dan juga untuk:

  1. mempertahankan daya saing dan mempertahankan brand-image perusahaan;
  2. mempertahankan/menarik sumber daya manusia yang berkualitas;
  3. mendorong upaya berbagi komunikasi dan informasi dalam pencapaian bersama harapan-harapan yang dimiliki pasien/keluarga dengan pekerja kesehatan, pekerja kesehatan dengan rekan kerja mereka sendiri, pekerja kesehatan dengan atasan/supervisor/pemilik rumah sakit (mengkorfirmasikan persamaan pandangan dan mempersempit kesenjangan yang ada);
  4. Meningkatkan loyalitas dan kepercayaan

Anda butuh bantuan? Kalau iya, kontak serikat pekerja Anda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s