Solidaritas BUKAN jargon TAPI NYATA

Saya agak tersentak kaget ketika teman saya mengatakan bahwa prinsip dia berteman tidak pernah memandang fisik, Ketika dia menyontohkannya secara nyata hubungan pertemanan kami, bahwa dia mau berteman dengan saya biarpun dipandang secara fisik memang tidak menarik dan kurang asyik diajak bergaul tetapi karena saya baik hati, tidak pelit maka dia mau berteman dengan saya. Saya agak tersentak atas nilai yang dia yakini, dan saya mengibaratkan bilamana saya yang memang benar-benar tidak menarik secara fisik, ditambah bahwa saya adalah orang yang tidak baik dan pelit serta miskin. Coba bayangkan dia tidak akan pernah mau berteman dengan saya ataupun sempat melirik sekalipun.

Nah lho, apa artinya cerita diatas. Bagi saya teman adalah teman, ketika saya memilih teman dan ataupun teman itu memilih saya menjadi temannya, saya tidak pernah memandang dari kaca mata apapun siapa dia. Sehingga konsep nilai yang dia miliki cukup mengusik nilai arti pertemanan yang saya miliki, pertanyaan adalah apakah saya masih mau melanjutkan pertemanan itu? jawab saya adalah masih dan terus, karena teman bagi saya adalah teman.

Nah lho lagi, apa artinya dengan judul diatas, solidaritas bukanlan jargon tapi nyata. Sikap diatas mungkin saja bisa terjadi dalam organisasi kita yaitu serikat pekerja, anggota dan pengurus. Banyak dari anggota memandang serikat pekerja dari kaca mata mereka ketika serikat pekerja bisa memberikan manfaat bagi kehidupan dan pekerjaan mereka. Pengurus melihat serikat pekerja karena mampu memberikan kesempatan atau peluang “keluar” dari kesibukkan dan kegiatan rutin kerja (semoga saya salah, dan maaf jika menyinggung). Kita selalu tahu bahwa serikat pekerja adalah organisasi yang penting bagi pekerja. Prinsip yang dianut dan diterapkan serikat pekerja adalah prinsip solidaritas (kesetiakawanan), mandiri, demokratik dan bebas. Saya hanya akan membicarakan prinsip solidaritas. Solidaritas adalah solidaritas. Ketika kita memilih serikat pekerja menjadi “teman” kita karena memang serikat pekerja adalah “teman” kita. Kita membutuhkan serikat pekerja seperti serikat pekerja membutuhkan kita. Ketika prinsip ini kita jalankan maka organisasi serikat pekerja dan kita (sebagai pengurus ataupun anggota) akan tumbuh bersama dan menjadi kuat sehingga dengan nyata solidaritas diterapkan (dan kesatuan) tidak hanya sekedar jargon.

Pernah dengar free-rider! Free Rider atau menjadi penumpang gratis terjadi dimana-mana. Contohnya saja diserikat pekerja kita, banyak pekerja tidak mau menjadi anggota serikat pekerja atau tidak mau aktif jadi anggota tapi dengan enaknya mereka menikmati jerih payah perjanjian kerja bersama yang dilakukan oleh serikat pekerja Tiba-tiba saja mereka mendapatkan bonus atau manfaat yang dihasilkan oleh PKB kita. Memang dalam dunia pergerakkan serikat pekerja kita tidak ada namanya Union Security. Union security artinya bahwa serikat pekerja menetapkan perlindungan bahwa yang boleh menerima manfaat yang dihasilkan oleh serikat pekerja hanyalah anggotanya saja. Dan ini juga tidak ada dalam peraturan kita. Hal ini kembali lagi ke prinsip Solidaritas….. Solidaritas. HIDUP SERIKAT PEKERJA yang selalu memegang nilai bahwa pekerja adalah pekerja, dan serikat pekerja memiliki tugas membela kepentingan mereka. Tapi kalau melihat dari prinsip ideal itu ada 2 hal yang mungkin bisa terjadi:

  • semakin banyak free-rider dalam serikat pekerja kita dan ini tentunya akan melemahkan gerak perjuangan jangka panjang organisasi dan juga akan merugikan pekerja sendiri karena semakin lama orang atau para aktifis menjadi menurun semangatnya karena mereka akan bilang gue khan “Free-paying officer” memang tugas gue mikirin lue terus!! nah lho, coba bayangkan kalau para aktifis (pengurus) kita bilang begitu siapa yang tambah rugi!
  • semakin banyak pekerja dan anggota yang tidak aktif menjadi malu karena hanya segelintir orang bekerja untuk organisasi serikat pekerja dan oleh karena pekerjaan mereka para pekerja mendapatkan hasil kesejahteraan yang menakjubkan. Dan pada akhirnya mereka (para pekerja dan anggota tidak aktif) akan mengatakan gue khan bukan “free-rider”, maka mulai sekarang kita harus membantu pengurus, membantu serikat pekerja dengan semangat solidaritas, rasa memiliki dan kesatuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s