Perjuangan serikat pekerja sektor kelistrikan

Peran serikat pekerja layanan umum tidaklah hanya sekedar peran tradisional saja, perbaikan upah dan syarat-syarat kerja, tetapi bagaimana lebih berani dalam menjalankan peran politisnya pembelaan dan mempertahankan kepentingan publik. Serikat pekerja sektor kelistrikan: SP.PLN, SP.PJB dan PP Indonesia Power menjadi ujung tombak pembelaan atas kepentingan listrik untuk rakyat dan harus dikelola oleh pemerintah. Mereka dengan tegas menolak rencana pemerintah dalam menjual asset PT. Pembangkit Jawa Bali dan Indonesia Power, jelas tindakan pemerintah melanggar dan bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konsititusi tanggal 15 Desember 2006 tenatng ketenaga listrikan. Rencana penjualan aset melalui IPO (Initial Public Offering) atas dua anak perusahaan PLN tersebut merupakan skema strategic sale sebagai bentuk privatisasi atas asset Negara. Perjuangan untuk mempertahankan satu PLN dan visi listrik untuk rakyat tidaklah mudah dan banyak hambatan, dengan skala pasar besar melalui potensi jumlah penduduk dan memungkinkan PLN menjadi “umpan yang enak” bagi perorangan atau kelompok untuk memiliki perusahaan ini. Aksi pemerintah yang menyalahi Konstitusi Negara, UUD 1945, terutama pasal 33 (2) “cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai Negara”, diterjemahkan sebagai hak untuk bebas menjual atas nama rakyat segala yang dimiliki oleh Negara. Serikat Pekerja sektor kelistrikan secara bersama-sama berupaya sedemikian rupa mencegah penjualan asset dan privatisasi di PLN. Kemenangan melalui Mahkamah Konstitusi pada tanggal 15 Desember 2004 pembatalan UU No. 20/2002 tentang Ketenaga Listrikan bukan membuat pemerintah berhenti dan memperhatikan amanat hasil MK tersebut tetapi justru berupaya semakin hebat untuk melakukan privatisasi dengan tidak “terang-terangan” atau dengan cara “mencuri-curi menjual asset Negara ini”: unbundling vertical dan unbundling horizontal (ini melalui regionalisasi PLN). Pemerintah juga melakukan kampanye hitam dengan mengatakan KRISIS ENERGI LISTRIK, tetapi ujung-ujungnya adalah membuat regulasi baru tanpa persetujuan DPR untuk memudahkan penjualan atau regionalisasi PLN.

Ingin membaca lebih rinci perjuangan mereka baca blok SP.PJB

One thought on “Perjuangan serikat pekerja sektor kelistrikan

  1. Saya sangat setuju dengan menampilkan sejarah keberhasilan SP-PLN di tahun 2006, yang merupakan hasil perjuangan panjang sejak dimulainya embrio SP-PLN tahun 1999.
    Satu kondisi yang sangat penting pada saat itu adalah, SATU kepemimpinan SP-PLN dan berSATUnya SP dilingkungan PLN seluruh Indonesia, baik holding maupun anak-2 perusahaan PLN.
    Pada saat itu SP-PLN berjuang, dalam kurun waktu yang bersamaan, untuk kepentingan ANGGOTA dan NEGARA. Tidak ada skala prioritas dan BERHASIL!!!!!
    Selamat berjuang menyelamatkan RAKYAT dan mensejahterakankan ANGOTA SP-PLN !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s