Virtual trade unionist

feminist-computerDua tahun terakhir ini boleh dikatakan saya termasuk kategori virtual trade unionist. Semua kegiatan serikat pekerja lebih banyak dilakukan dengan menggunakan jejaring internet. Agak sulit mengartikan istilah virtual trade unionist kedalam bahasa Indonesia: coba dengan arti ini (apakah enak didengar, atau tetap pada istilah dalam bahasa Inggeris saja) “aktifis serikat pekerja maya”.

Saya terinspirasi menulis dalam blog ini karena istilah ini digunakan oleh John Wood (pakar media dan internet, aktifis serikat pekerja dari NUJ-National Union of Journalist, Inggeris), dia mengatakan yang disebut dengan virtual trade unionist adalah “a group for trade unionists interested in virtual worlds for activism and in how increasing adoption by business may impact on the way we work in the future”. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, sangat memberikan dampak perubahan yang dramatis dan sangat penting pada pasar tenaga kerja dan organisasi serikat pekerja. 

Melalui internet informasi dan komunikasi dapat diterima dengan segera oleh siapa saja, dan tentunya ini meningkatkan demokrasi dan keterbukaan organisasi. Kita dapat dengan mudah “memobilisasi anggota” untuk mendapatkan dukungan solidaritas dengan segera atas konflik perburuhan yang sedang kita hadapi.  Internet juga sudah menjadi alat untuk pengorganisasian (organising tools) serikat pekerja saat ini. Anda yang mungkin menjadi anggota social networking website, sebagai contoh misalnya Facebook. Website jaringan sosial ini kurang lebih telah diakses (memiliki anggota) orang lebih dari sepuluh juta. Ada salah satu teman dalam facebook saya yang telah memiliki “virtua friend” lebih dari dua ribu, coba betapa hebatnya dia kalau mampu memobilisasi orang dengan menggunakan akses jejaring ini.

Coba simak tabel berikut ini (populasi penduduk dan penggunaan internet) yang saya sadur dari tulisan Naci Gundogan (Anadolu University) “The Trade Union Movement and The Internet”:

union-and-the-internet

Jelas, penggunaan internet meningkat secara dratis karena betapa pentingnya teknologi ini dalam membantu kita meningkatkan kualitas kerja organisasi yang kita miliki. Banyak serikat pekerja membangun website mereka, karena ini bisa menjadi channel komunikasi kerja dan aksi yang telah dan akan dilakukan oleh serikat pekerja.

Terus terang saya rindu dengan kegiatan aksi (nyata) serikat pekerja yang pernah saya lakukan sebelumnya: rally, demo, mogok, kepengadilan, protes, pertemuan serikat pekerja dan sebagainya. Tetapi karena pekerjaan yang saya miliki sekarang kurang memungkinkan untuk melakukan kegiatan tersebut, banyak hal yang saya lakukan secara maya yaitu melalui internet. Efektif tetapi memang berbeda dengan kegiatan nyata dilapangan.

Memobilisasi massa secara online tentunya juga tidak mudah karena kita harus memiliki jejaring yang luas dan tentunya jejaring kita harus memiliki kesamaan aksi dan tindakan sehingga memudahkan kita mengajak mereka untuk mendukung kegiatan kita. Tentunya “kerja”online ini membutuhkan waktu yang lumayan menyita waktu, tapi untungnya pekerjaan saya memberikan keleluasaan. Efek yang lain adalah mulai banyak orang mengenal organisasi kita dan apa yang kita lakukan khususnya di wilayah Asia dan Pasifik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s