Mengapa Kita Butuh Belanja Publik: Laporan PSI

Sesuai dengan apa yang saya tulis dalam artikel sebelum bahwa Public Services International telah menerbikan laporan yang berjudul Why We Need Public Spending atau Mengapa Kita Butuh Belanja Publik. Dan laporan tersebut telah selesai diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sudah disebarkan, oleh karena itu saya posting laporan tersebut dalam blog ini.

Sebagai informasi bahwa laporan ini disusun oleh Public Services International Research Unit (PSIRU). Mengapa kita membuat laporan ini dan menerbitkannya?  Karena Serikat-serikat pekerja sepatutnya menggunakan publikasi ini sebagai alat di dalam perjuangan mencegah kerusakan lebih jauh pada pekerjaan oleh pemangkasan di hampir semua layanan public selama pemulihan dari resesi global. Analisis yang disajikan di sini menjadi pengingat penting bahwa investasi publik pada layanan publik dan tunjangan sosial adalah sentral bagi pembangunan sosial dan ekonomi, dan jauh lebih efisien dibandingkan dengan membiarkan layanan tersebut dipasok oleh pasar. Analisis di sini memperlihatkan efisiensi ekonomi dari penggunaan perpajakan untuk membiayai.

Disamping itu juga, laporan ini mengupas hal banyak tentang privatisasi dan public-private partnerships (PPPs). Pada halaman 68 dikatakan bahwa keuntungan dari hasil penjualan perusahaan-perusahaan negara adalah ilusi, kenapa? 

  • Pertama, uang yang didapat dari penjualan tersebut bukanlah sebuah hadiah, tapi bayaran untuk pertukaran bagi aset nyata, yakni perusahaan dan pendapatannya di masa depan. Oleh karena itu, pemerintah – atau kabupaten/kota – kehilangan semua aset perusahaan, dan dividen atau pendapatan yang akan mereka peroleh darinya. Zambia disarankan oleh IMF untuk memprivatisasi semua perumahan dan layanan penyediaan air kabupaten/kotanya di tahun 1990-an, tapi kabupaten-kabupaten/kota-kota tersebut kehilangan pendapatan dari sewa dan tarif air yang telah mereka gunakan untuk mendanai layanan lain, dan pajak bumi dan bangunan (council rate) menjadi lebih sulit untuk dikumpulkan dari penyewa swasta;
  • Kedua, industri-industri kerap dijual di bawah harga sebenarnya untuk mendorong pembeli. Perusahaan-perusahaan listrik Inggeris dijual hanya dengan sepertiga dari nilai asetnya, perusahaan-perusahaan air dijual dengan hanya sekitar 4% dari nilai penggantiannya. Oleh sebab itu, para pemilik baru mendapatkan keuntungan dengan mengorbankan pemerintah. Dan pemerintah terus mensubsidi perusahaan-perusahaan tersebut setelah diprivatisasi – misalnya, operator jalan kereta api atau distributor listrik mendapatkan subsidi untuk membuat ongkos kereta api dan tarif listrik tetap murah;
  • Ketiga, konsumen membayar harga yang lebih mahal setelah privatisasi dibandingkan bila tidak terjadi privatisasi. Ini sebagiannya dikarenakan biaya mahal modal swasta (lihat bagian 11.2) – penguna air di Inggeris membayar sekitar £ 1 milyar per tahun lebih banyak dibandingkan mereka seharusnya membayar bilamana perusahaan air berada di dalam kepemilikan publik. Dan hal ini sebagiannya karena perusahaan-perusahaan akan selalu mengeksploitasi monopoli: harga air di Perancis lebih tinggi 15% di bawah perusahaan-perusahaan swasta dibandingkan di dalam sistem yang dijalankan oleh kabupaten-kabupaten/kota-kota, setelah memperhitungkan faktor-faktor lainnya.

Oleh karena itu, memangkas belanja publik dan privatisasi bukanlah alternative yang baik. Karena sesungguhnya ada alternatif ekonomi: ia didasarkan pada perpajakan yang adil, pembiayaan yang tepat untuk layanan publik yang penting, penciptaan lapangan kerja yang lebih besar dan perbaikan yang menyeluruh pada syarat dan kondisi kerja. Kemajuan sosial dan ekonomi harus menyertakan kebijakan publik yang sesuai yang menjamin kehidupan yang bermartabat bagi semua, bukan hanya untuk sebagian kecil elit yang mengambil semakin banyak bagian dari kekayaan dunia.

Selamat membaca laporan ini, silahkan dengan senang hati untuk disebarluaskan demi kepentingan dan perbaikan layanan umum. Download laporan: why we need public spending (bahasa Indonesia)

One thought on “Mengapa Kita Butuh Belanja Publik: Laporan PSI

  1. Pingback: London: protes anti pemotongan anggaran negara | Berita Buruh Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s