Mengapa perlindungan maternitas menjadi penting?

Latar belakang: Revisi Konvensi untuk lebih melindungi pekerja perempuan

ilo_maternity_protection

Sumber foto: ILO

Di bulan Juni 2000 International Labour Organisation (ILO) mengadopsi Konvensi Perlindungan Maternitas (Konvensi No. 183) dan Rekomendasinya (Rekomendasi No. 191). Perlindungan maternitas sejak awal telah diakui oleh ILO sebagai sebuah prioritas. Konvensi Perlindungan Maternitas yang pertama (No. 3) diadopsi tahun 1919, yang mengakui “kebutuhan untuk melindungi pekerja perempuan sebelum dan sesudah melahirkan.” Perlindungan maternitas dimasukkan sebagai salah satu dari maksud dan tujuan ILO. Pada tahun 1952, ILO mengadopsi revisi Konvensi Perlindungan Maternitas (No. 103). Perlindungan maternitas yang ditetapkan oleh Konvensi No. 103 meliputi:

  • periode minimum cuti maternitas selama duabelas minggu;
  • pembayaran tunjangan tunai selama cuti tersebut, pelarangan pemutusan hubungan kerja selama periode cuti; dan,
  • peraturan untuk istirahat menyusui.

Standar tersebut diatas tetap tidak berubah hampir 50 tahun sampai Konvensi yang baru diadopsi pada tahun 2000. Badan Pengurus Kantor Organisasi Perburuhan Internasional memutuskan untuk merevisi Konvensi No. 103 pada tahun 1997. Revisi tersebut dilakukan dengan sejumlah alasan – alasan yang meliputi:

  • Pengakuan bahwa banyak perempuan bekerja untuk mencari nafkah dan merupakan kombinasi antara bekerja dan tanggung jawab keluarga;
  • Perkembangan dan peningkatan dari waktu ke waktu pegakuan negara dan dukungan kepada pekerja perempuan
  • Pegakuan dari hak – hak maternitas disejumlah perjanjian internasional lainnya meliputi Perjanjian Ekonomi International, Hak-Hak Sosial dan Budaya (1966) dan Konvensi Tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Menentang Perempuan (1979).

Mengapa perlindungan maternitas menjadi tanggung jawab semua pihak?

  1. Hak asasi manusia yang mendasar: Hak untuk hidup bebas dari tindakan diskriminasi dan pelecehan adalah hak asasi manusia yang mendasar.
  2. Masyarakat dan Keadilan Sosial: Perlindungan maternitas mengijinkan perempuan dan pasangan mereka untuk membuat keputusan tentang bayi mereka dan merawatnya tanpa rasa takut akan tindakan diskriminasi atau kehilangan pekerjaan.Banyak wanita menginginkan untuk bekerja dan bahkan lebih banyak lagi perempuan yang harus bekerja untuk membantu diri mereka sendiri dan keluarganya. Dengan bekerja membantu mereka untuk memelihara kemandirian ekonomi mereka. Kerja yang dilakukan oleh perempuan berkontribusi secara signifikan untuk pertumbuhan ekonomi di dalam seluruh masyarakat kita. Perlindungan yang mengijinkan perempuan untuk melaksanakan peran biologisnya dan menyusui anaknya, sementara mereka juga tetap memelihara peran produktif mereka sebagai pekerja, berguna bagi setiap orang dimasyarakatnya.
  3. Kesehatan: Perlindungan bagi pekerja perempuan selama hamil, setelah melahirkan dan pada saat menyusui mempertinggi tingkat kesehatan perempuan dan anaknya. Perlindungan maternitas mendukung perkembangan kesehatan individual bagi ibu dan anak.
  4. Keluarga: Perlindungan bagi pekerja perempuan selama hamil, setelah melahirkan dan pada saat menyusui adalah baik bagi keluarga juga. Perlindungan dimana menjamin keamanan kerja dan pendapatan yang berarti bahwa keluarga tersebut dapat menikmati dan menghargai pengalaman kelahiran dan perawatan anak. Hal itu juga berarti keputusan tentang sikap hubungan terhadap anak dapat dibuat dalam suasana bebas dari kecemasan finansial dan pekerjaan.
  5. Pengusaha: Perlindungan maternitas dapat membantu pengusaha untuk mempertahankan pekerja-pekerja perempuan yang berpengalaman, trampil dan berharga. Pengusaha yang memperlakukan pekerja sebagai suatu investasi yang dimiliki (pada ketrampilan, pengetahuan dan pengalaman mereka) menginginkan pekerja tersebut untuk terus bekerja pada mereka. Perlindungan maternitas akan membantu perempuan dalam membuat keputusan kembali untuk bekerja. Bila pekerja dianggap sebagai sesuatu yang berharga bagi pengusaha akan menjadi pekerja yang efektif.
  6. Pemerintah: Perlindungan maternitas menjamin bahwa perempuan dapat terus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi negaranya, dan yang mana memelihara warga negara perempuan dan anak-anaknya dalam kondisi yang sehat, hal itu berarti baik bagi pemerintah. Perlindungan ini akan menjamin bahwa sumber-sumber pemerintah yang langka dapat dimanfaatkan dimanapun. Perlindungan maternitas mendukung pembangunan populasi yang sehat.
  7. Anak: Masyarakat yang menghargai anak-anak akan melindungi mereka. Perlindungan maternitas adalah juga tentang penyediaan lingkungan yang sehat bagi para bayi. Cuti yang memadai, perlindungan pendapatan selama waktu cuti dan hak-hak yang mengijinkan seorang ibu untuk terus menyusui dalam cara yang terbaik yang paling memungkinkan ketika mereka kembali untuk bekerja, semua hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan anak yang baru dilahirkan. Generasi dari anakanak yang sehat adalah aset bagi setiap masyarakat.

Perlindungan apa yang diberikan pada konvensi 183 ini?

Yang kita inginkan dalam konvensi ini adalah jumlah maksimum perempuan (pekerja) yang dilindungi oleh undang-undang, peraturan-peraturan dan perjanjian-perjanjian yang menawarkan perlindungan bagi perempuan yang sedang hamil, menyusui dan pada saat mereka kembali untuk bekerja dan perlindungan kesehatan bayi mereka. Adanya pengakuan terhadap hubungan kerja merupakan hal yang signifikan. Perkembangan ini bersama – sama dengan pengadopsian Konvensi ILO No. 177 tentang pekerja rumahan dan Konvensi ILO No. 175 tentang pekerja paruh waktu berarti bahwa standar-standar yang ditetapkan ILO mulai mengakui adanya bentuk – bentuk pekerjaan yang tidak tetap.

Jangkauan (siapa yang dilindungi)
  • Seluruh pekerja perempuan menikah ataupun tidak menikah termasuk mereka yang memiliki pekerjaan yang tidak tetap (buruh kontrak/borongan)
Jumlah Cuti
  • Tidak kurang dari 14 minggu
  • Dengan aturan 6 minggu cuti wajib setelah melahirkan
Tunjangan kontan
  • Dua pertiga dari gaji perempuan sebelumnya ATAU
  • Sama dengan upahnya, dalam rata – rata, jika ada alternatif metode penghitungan yang digunakan.
  • Mendapat tunjangan dana bantuan sosial untuk pekerja perempuan bila mereka tidak mendapatkan kondisi yang memenuhi syarat
  • Mendapatkan tunjangan jaminan sosial atau dana publik atau ditentukan oleh hukum dan kebiasaan nasional.
  • Bagi negara sedang berkembang dapat menyediakan tunjangan uang tunai dengan nilai yang sama dengan tunjangan waktu sakit atau cacat tidak permanen tetapi harus melaporkan kepada ILO sebagai langkah yang diambil agar sesuai dengan standar yang ditetapkan
Tunjangan Kesehatan
  • Sebelum persalinan, pada saat melahirkan dan sesudah persalinan dan rawat inap apabila dikebutuhan
Perlindungan Kesehatan
  • Perempuan hamil dan dalam masa perawatan tidak diharuskan untuk melakukan kerja yang dapat membebani dan mengganggu ibu dan anak
Perlindungan atas pekerjaan dan tindakan diskriminasi
  • Pengusaha dilarang memecat pekerja perempuan selama hamil, cuti melahirkan dan bersalin dan selama dalam perawatan, kecuali pemecatan tersebut tidak ada hubungannya dengan kehamilan dan proses perawatan
  • Pembuktian atas tindakan pemecatan tersebut menjadi tanggung jawab pengusaha
  • Terjamin haknya untuk tetap kembali bekerja dengan menempati posisi yang sama atau sepada dengan dengan upah yang sama
  • Perlindungan dari tindakan diskriminasi selama bekerja karena alasan maternitas
  • Pelarangan test kehamilan dalam proses rekrutmen
Istirahat untuk menyusui
  • Hak beristirahat selama sekali atau lebih dalam sehari untuk menyusui/laktasi
  • Hak untuk mengurangi jam kerja harian guna menyusui
  • Istirahat atau pengurangan jam kerja dan tetap mendapat upah
Parental leave atau cuti ayah/bapak Parental Leave adalah cuti yang diberikan kepada orang-tua untuk merawat anaknya. Cuti ini memungkinkan untuk melakukan peran imbang mereka, bekerja dan tanggung-jawab keluarga. Cuti memungkinkan pekerja laki-laki berbagi peran dalam merawat anak. Dahulu, memang, pengaturan peran adalah ayah sebagai kepala keluarga yang bertugas antara lain memimpin keluarga dan mencari nafkah, ibu bertanggung jawab untuk urusan dalam rumah, serta anak-anak sebagai anggota keluarga yang disiapkan untuk berkembang di masa depan. KEHIDUPAN modern menggeser pengaturan tersebut. Peran dalam keluarga adalah tanggung-jawab yang seimbang antara ayah dan ibu.Rekomendasi No. 191/2000 dalam Konvensi Perlindungan Maternitas No. 183/2000 memberikan jaminan atas parental leave, termasuk orang-tua yang melakukan adopsi anak (bayi). Memang pelaksanaan dari cuti ini tergantung dari kebijakan aturan nasional Negara.

Promosi perlindungan maternitas dalam perjanjian kerja bersama

Indonesia belum meratifikasi Konvensi Perlindungan Maternitas ini. Tetapi atauran dalam Pasal 82 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, memberikan “jaminan” bagi pekerja perempuan untuk berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan, Dan dalam pasal tersebut juga mengatur bahwa pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.

Tetapi pada praktek lapangan tidak semua pekerja menikmati perlindungan maternitas ini, banyak pekerja perempuan mengalami ancaman kehilangan pekerjaan ataupun tidak dibayarkan gajinya. Hal ini meningkatkan resiko kesehatan, banyak pekerja perempuan dengan hak yang minim atau tidak mendapatkan dukungan atas diri mereka sendiri dan bayinya.  Oleh karenanya, perlindungan maternitas bukan hanya semata menjadi urusan pekerja perempuan tetapi semua pihak termasuk serikat pekerja.  Melalui serikat pekerja, pekerja berjuang untuk memperbaiki taraf hidup mereka dan menikmati keseimbangan hidup baik itu di tempat kerja, dengan diri mereka sendiri dan keluarganya. Maka bersama serikat pekerja kita memastikan perbaikan perlindungan maternitas seperti yang tercantum dalam Konvensi ILO 183 dalam perjanjian kerja bersama (PKB), selain itu bersama serikat pekerja, kita:

  • Memastikan bahwa tempat kerja memiliki kebijakan perlindungan maternitas yang baik dan tempat kerja yang ramah-keluarga;
  • Melakukan publikasikan kebijakan tersebut;
  • Melakukan lobi dengan pemerintah untuk memperbaiki peraturan perlindungan maternitas dan peraturan ramah-keluarga lainnya;

Masih banyak pendapat mengatakan bahwa perempuan adalah seharusnya dirumah! Tapi kenyataan di banyak negara, khususnya Indonesia, sejumlah keluarga sebagian atau sepenuhnya tergantung dari upah pekerja perempuan. Perlindungan meternitas memungkinkan pekerja perempuan dalam mempertahankan kesehatannya atau memungkinkan mereka dengan segera memulihkan kesehatannya dan kembali bekerja. Mendapatkan upah selama masa cuti adalah penting bagi kebutuhan hidupnya, anak dan keluarganya. Konvensi ini juga memberikan jaminan tegas perlindungan atas pekerjaan dan upah, diman seorang pengusaha secara hukum tidak dapat memutuskan hubungan kerja dengan pekerja perempuan selama masa kehamilannya, atau ketidakhadirannya karena cuti, atau selama periode kembalinya bekerja yang ditentukan melalui hukum-hukum atau peraturan-peraturan nasional, kecuali alasan-alasan yang tidak bersangkutan dengan kehamilan atau kelahiran bayi dan konsekuensinya, atau pada saat menyusui.

Oleh karena itu ratifikasi konvensi ILO 183 akan menjadi faktor penting dalam memengaruhi peran perempuan untuk perbaikan perekonomian keluarga, yaitu: pendidikan, mobilitas sosila, akses informasi dan motivasi perempuan itu sendiri dalam perbaikan perekonomian keluarga. Selain itu juga sebagai bentuk pengakuan dan perlindungan hak reproduksi perempuan (menikah atau tidak menikah). Pencapaian dan pengakuan hak atas perlindungan maternitas ini akan fondasi utama bagi dasar pencapaian kesetaraan jender dan perlindungan pekerja pada umumnya.

Baca panduan kampanye untuk ratifikasi Konvensi ILO 183 yang pernah diterbitkan tahun 2001 oleh Public Services International (PSI) bersama dengan Education International (EI) dan International Confederasi of Free Trade Unions (ICFTU, sekarang disebut dengan ITUC atau International Trade Union Confederation), Kit Kampanye Perlindungan Maternitas (Bahasa Indonesia)

One thought on “Mengapa perlindungan maternitas menjadi penting?

  1. Pingback: Mengapa perlindungan maternitas menjadi penting? |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s